19 March 2018
The Watch Co. Interviews : BEDCHAMBER

Simak perbincangan dengan Bedchamber tentang album Geography dan waktu.

Bedchamber merupakan sebuah unit indiepop asal Jakarta yang terdiri dari Ratta Bill pada gitar, vokal, keys, Abi pada gitar, Smita pada bass, dan Ariel pada drum. Setelah berhasil merilis "Perennials EP" dan split album "Portside" bersama Costwolds, Pada awal tahun 2018 ini Bedchamber merilis album penuh perdana mereka yang bertajuk "Geography".

 

Edisi pertama dari The Watch Co. Interviews mendapatkan kesempatan untuk berbincang bersama Bedchamber tentang album Geography.

 

Apasih konsep dari album Geography?

 

Geography adalah hasil dokumentasi karya-karya kita yang baru, selama dua tahun lebih belakangan ini yang kita gabungkan menjadi satu album. Setelah kita dengar albumnya ternyata mood yang kita dapet tuh lumayan beragam. Mulai dari inspirasi lagunya serta inspirasi liriknya lumayan beragam, sehingga kita sepakat kata kunci dari album ini adalah juxtaposisi. Jadi ada berbagai hal yang kontras, dan judul Geography ini datang dari manager kita Daffa yang menurut dia ketika mendengarkan album ini seperti mendengarkan lagu-lagu dari negara dan budaya tertentu. Setelah dikait-kaitkan, nama ini lumayan masuk dengan konsep keberagaman ini.

 

Hal apa yang mau kalian komunikasikan dengan artwork dengan warna mencolok dan bold typography ini?

 

Sebenarnya kombinasi tiga warna merah, kuning, dan hijau kurang lazim untuk digunakan oleh band-band indie pop atau indie rock, kombinasi tiga warna ini malah banyak yang melihat sebagai band reggae. Namun, ketika membuat ini kita benar-benar mengambil inspirasi dari apa yang kita rasakan ketika mendengarkan Geography. Entah mengapa ketika kita mendengarkan Geography, kita ga merasakan ada warna-warna cantik yang biasanya digunakan oleh band-band indie pop. Lebih ke warna merah, hijau, dan kuning yang sebenarnya kontras dan beradu. Merahnya mau keluar ke kiri, kuningnya mau keluar ke kiri, lalu kita menggabungkan semuanya sehingga mempunyai spirit yang sama dengan lagu-lagu kita. Di mana masing-masing tuh punya keberaniannya sendiri namun kita berusaha untuk menggabungkan itu semua agar bisa harmonis satu sama lain.

 

Proses kreatif dalam pembuatan lagu dan artwork Geography?

 

Kalau pembuatan lagu biasanya kita mulai dengan jaming bareng, jadi misalnya Ratta atau Abi bawa riff gitar lalu kita semua kasih respon sampai kita ngerasa enak, lalu kita rekam, kita buat jadi lagu, terakhir Ratta yang akan buat liriknya. Kalau artwork itu Ratta yang buat.

 

Apa yang jadi inspirasi kalian dalam proses kreatif di album Geography?

 

Kehidupan. Ratta menulis liriknya juga berdasarkan hal-hal yang ada di sekitar dia dan pengalaman dia. Tapi kalo inspirasi dari musik banyak banget, kita ga bisa kasih tau.

 

Apa tantangan terbesar kalian selama proses pembuatan album Geography? Lalu bagaimana kalian mengatasi masalah tersebut.

 

Waktu! Kita setuju semua kalau tantangan terbesar itu waktu. Makanya ada lagu yang judulnya Out Of Line, lagu itu bercerita tentang sempitnya waktu dalam pekerjaan. Cara kita mengatasai tantangan ini ya kita harus biasain rutinitasnya. Walaupun kita ga ada jadwal khusus untuk ngumpul hari apa, tapi ada kesadaran dari masing-masing kita paling enggak dalam seminggu kita kumpul satu hari untuk kita latihan. Walaupun ga ketemu, kita juga tetep meracik lagu di otak masing-masing.

 

Jelaskan arti waktu bagi kalian!

 

Waktu buat kita itu lebih berharga dari uang. Jadi kalau time is money, kayanya engga deh. Time is more than money, karena cari waktu itu lebih susah daripada cari uang. Kalau mau punya uang ya kita perlu waktu dulu kan.

 

Berapa lama pengerjaan album Geography?

 

Kalau pembuatan lagunya mungkin bisa dibilang 2 - 3 tahun. Karena ada lagu yang sudah kita bikin dari beberapa tahun lalu, ketika Abi rambunya masih spike dan Ratta rambutnya masih ada conrow gitu. Tapi kalau proses rekaman, mixing, dan masteringnya menghabiskan waktu sekitar 4 bulan.

 

Sebagai band muda yang sudah memiliki album, kalian punya tips ga untuk band-band lainnya yang ingin membuat album?

 

Buat aja ga usah banyak pertimbangan. Karena banyak band yang ga selesai karena banyak pertimbangan. Kita juga ga tau apakah ini karya terbaik yang kita bisa, tapi ya kita bikin aja. Sebelum mulai rekaman kita sudah menetapakan kalau harus ada 10 lagu di dalam album, tapi ketika kita mulai rekaman kita baru punya 8 lagu, hal ini yang membuat kita terpacu untuk membuat dua lagu tersebut sambil rekaman. Jadi intinya ga usah banyak pertimbangan deh.

 

Follow Bedchamber di Instagram, Facebook, dan Twitter.